Tampilkan postingan dengan label Cerita Pelangi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Pelangi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 November 2013

Alpro Story

Ok, this is my first alpro story.. (naon sih??)

Jadi ceritanya saya lagi tumben-tumbennya beberes kamar dan menemukan binder waktu pas kuliah. Untuk sekedar nostalgila, jadilah tuh binder dibuka-buka lagi. 


Binder waktu kuliah, tebeeel banget
Selain menemukan catatan-catatan kuliah dari semester 1, saya menemukan ini:

Minggu, 18 Agustus 2013

Kawah Putih, Ciwidey

Seharusnya saat ini, saya mempersiapkan materi untuk ngajar besok. Tapi, rasa-rasanya ko males ya? huehehe. Jadi, saya mau cerita aja mengenai perjalanan saya ke Kawah Putih Ciwidey bersama 2 sahabat saya + pacar.

Semenjak wisuda, saya, Jaka, dan Hagi belum pernah bertemu lagi dengan Cey. Selain jarak yang jauh, ibu asdos yang satu ini sibuk sekalee, jadi susah buat ketemu. Sampai akhirnya datanglah hari dimana kami bisa main berempat lagi dan pergilah kami ke ciwidey. Kami berangkat menggunakan motor. Subhanallah, perjalanan kesana benar-benar menguji pan**t kami, hahaha. Pegel gilaaa.








Selasa, 09 Juli 2013

Air Mata

Ehm.. Fiuuuh.. Fiuhhh.. (tiup debu) Waah, blognya berdebu sudah lama tidak disentuh, hiks..

Sebulan terakhir ini, banyak yang terjadi di kehidupan saya. Saya merasa bahagia di satu sisi dan sedih di sisi yang lain.

Di bulan Juni, saya membuat keputusan yang cukup sulit. Saya memutuskan untuk berhenti dari sekolah tempat saya mengajar selama 1,5 tahun. Keputusan ini sudah saya pikirkan matang-matang dan sudah melalui diskusi dengan orang tua dan sahabat-sahabat saya.

Tanggal 22 Juni 2013 adalah tanggal resmi saya berhenti dari sekolah. Di tanggal tersebut, sekolah sedang mengadakan perpisahan kelas XII, pembagian rapot kelas X dan XI, dan pentas seni.


Saat acara perpisahan, saya mendapatkan penghargaan sebagai Guru Ter-Rajin versi siswa kelas XII. 

Sebagai guru yang baru mengajar mereka selama 1 tahun, saya merasa terharu dengan penghargaan ini. Terima kasih. Penghargaan ini akan saya jadikan motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. I love u, kids :’)

Khusus untuk hari itu, saya beserta guru-guru dan staf sekolah mempersiapkan kejutan untuk siswa kelas XII. Kami akan bermain teater. Saya merasa ini adalah momen terakhir saya di sekolah makanya saya bersedia untuk memainkan peran ibu peri.






Di hari itu juga saya memberitahu anak-anak kelas XI bahwa semester depan saya sudah tidak mengajar mereka lagi, dan terjadilah insiden air mata. Rasa sedih benar-benar menerjang saya ketika melihat anak-anak menangis sambil memeluk saya. Bahkan ada anak yang sambil memeluk saya mengatakan bahwa saya adalah guru favoritnya. Benar-benar berat meninggalkan sekolah itu, sampai saya menangis sepanjang perjalanan pulang ke rumah.

Saya benar-benar merasa beruntung pernah menjadi bagian dari SMK AB. Sekolah ini memberikan saya banyak pengalaman dan pelajaran. Terima kasih untuk semua guru dan staf SMK AB, terima kasih untuk selalu memberikan saya bimbingan atas hal-hal yang tidak saya ketahui. Mohon maaf apabila selama 1,5 tahun, terdapat kata-kata dan sikap saya yang kurang berkenan di hati bapa dan ibu. Insya Allah, silaturahmi akan tetap terjalin.



Terima kasih untuk semua murid yang pernah saya ajar. Kalian memberikan ibu banyak pengalaman sebagai guru. Maafkan ibu apabila selama ibu mengajar ada kata-kata dan perbuatan  yang menyinggung perasaan kalian.Luv u all..

Satu hal lagi, sahabat sekaligus kakak saya kemarin pulang ke pangkuan ibundanya (read: kampung halaman), Hagi. Saya bukanlah orang yang gampang berteman. Sejak SD sampai saat ini teman dekat saya bisa dihitung dengan jari. Salah satu yang masuk ke dalam hitungan jari ini adalah Hagi. Padahal masih bisa komunikasi sih, hari gini alat komunikasi dimana-mana.. Tapi tetep aja.. Sedih. Terus mau gimana? Ya ga gimana-gimana sih, hanya mendoakan semoga dirinya mendapat kebahagiaan dan kesuksesan yang lebih baik. Sering-sering ke bandung ya hagi..



Doa yang sama saya tujukan untuk Cey yang sekarang sedang menimba uang di Tanggerang, Novi yang juga sedang menimba uang di tanggerang, Iroh yang sudah berkeluarga, dan sahabat-sahabat yang lain.. Miss u :*

**Kenapa judul postnya Air Mata? Karena dua minggu terakhir, saya sering menangis karna banyak hal, termasuk karna nongton pilem juga. My Bad. Cengeng kali yak diriku :’(

Kamis, 11 April 2013

Kangen Masa Kuliah

Lagi diem, bengong, bingung mau ngerjain kerjaan yang mana dulu, tiba-tiba merasa amat sangat kangen dengan masa-masa kuliah.

Kangen pergi jam 6 dari rumah buat ngejar kuliah jam 7


Kangen dengan rasa kesel karena ternyata dosen yang kuliahnya jam 7 itu ga hadir


Kangen dengan rasa gendok pas dapet SMS jarkom yang bilang ga ada kuliah padahal 10 menit lagi nyampe kampus
 

Kangen foto-foto dan corat-coret papan tulis ketika dosen ga ada dan di luar hujan

Kangen dengan rasa kantuk yang mendera selama mata kuliah PKn dan SPAI
 

Kangen dengan rumitnya mata kuliah Statistik
 

Kangen dengan sibuknya mata kuliah Alpro 2 bareng bu Rosa

Kangen dengan riweuhnya mata kuliah Seminar
 

Kangen ngapalin surat An-Naba waktu tutorial PAI
 

Kangen nongkrong selama berjam-jam di Mairasi sambil nunggu kuliah
 Kangen main UNO bareng-bareng
 

Kangen presentasi di depan kelas


Kangen ikutan porseni yang hanya sekali selama kuliah

Kangen dengan bertumpuk-tumpuknya tugas besar dengan deadline yang berdekatan

 

Kangen ngerjain tugas besar ampe muntah-muntah

 

Kangen praktikum di lab Ilkom
 
 



Kangen ngerjain tugas besar di kosan Ega (ojan), di kosan Jaka, di kosan Nisfa, di kosan Cey, di kosan Riyan (bejo), di kosan Ilham (kk), di kosan Ida, di kosan Isal
 

Kangen dimarahin Jaka gara-gara ga bisa-bisa ngerjain tugas
 

Kangen ngumpul bareng di kosan kk belajar Alpro ma TOEFL sambil karokean Kerispatih
 

Kangen maen di kosan Cey, makan udang segede jempol tangan, nyanyi-nyanyi diiringi gitar yang dimainin Jaka walau dengan suara pas-pasan
 

Kangen tidur siang di kosan Nisfa, sambil nebeng makan dan curhat kesana kemari
 

Kangen ngumpul di kosan Ojan yang segede lapangan putsal sampai dimarahin Ibu Kostnya
 

Kangen diem di kosan Isal, sampai dinyinyirin ibu kostnya
 

Kangen ngadem di kosan Hagi sambil liatin Hagi maen Zombie
 

Kangen maen ke rumah Rinei, apalagi sambel mamahnya Rinei

Kangen ngaliwet di rumah Cey



 

 Kangen dengan nyanyian Hilmanta diiringi petikan gitar Dominggus di acara dinamik

Kangen foto-foto narsis dimanapun dan kapanpun



 

Dan kangen-kangen lain yang terlalu banyak untuk dituliskan satu persatu..

Senin, 21 Januari 2013

Jejak-jejak Mimpi

Judul tulisan saya kali ini diambil dari judul sebuah video yang dishare oleh kakak kelas saya di media sosial. Ini videonya :


Saya baru lihat video itu kemarin, namun saya sudah melakukan hal yang sama seperti di video tersebut sudah lama dan sempat saya tulis disini.

Beberapa hari kemarin, saya juga meminta murid-murid saya untuk melakukan hal yang sama, yaitu menuliskan mimpi dan target hidup. Sebelum saya meminta mereka menulis itu, saya bercerita tentang betapa pentingnya kita mempunyai mimpi atau target hidup.

Akhirnya terkumpullah mimpi-mimpi dari murid-murid saya.


Saya berharap suatu saat ketika murid-murid saya bertemu dengan saya lagi, impian yang mereka tulis di kertas itu sudah tercapai.






Jangan pernah takut untuk bermimpi ;)

Minggu, 21 Oktober 2012

Finally, Graduation Day :)


Judul di atas adalah status facebook saya tanggal 17 Oktober 2012. Yay, akhirnya saya resmi bukan mahasiswa S1 lagi. 

Rentang waktu yang cukup lama antara sidang dengan wisuda yaitu sekitar 6 bulan sempet bikin saya lupa kalau saya belum diwisuda. Sibuk dengan urusan di sekolah bener-bener bikin saya melupakan wisuda. Tiba-tiba aja saya dimasukan ke dalam grup Wisudawan di facebook, dan langsung ngeh, ‘oiya ya, belum wisuda’.



Alhamdulillah Ya Allah, Alhamdulillah.. Sekali lagi saya diberikan kesempatan untuk merasakan kebahagiaan bersama keluarga, sahabat, dan teman-teman saya. 



Semoga wisuda ini bukanlah wisuda saya yang terakhir, semoga masih ada wisuda-wisuda selanjutnya, yaa minimal 2 kali lagi, hehe, Aamiin Ya Allah..


Jumat, 28 September 2012

Gara-gara Mangga

http://eemoo-esprit.blogspot.com/2010/10/mangga-manggo.html
 Pada suatu hari mata melihat tukang mangga lewat di depan rumah, otak pun langsung membayangkan rasa mangga yang manis disertai dengan harum yang menggoda. Kaki dengan segera menghampiri tukang mangga, lalu tangan dengan sigap memilih mangga yang bagus, dibantu oleh hidung yang mengendus-endus wangi mangga yang harum, dan mata yang memperhatikan bentuk mangga yang baik. 
Sampai akhirnya terpilihlah satu mangga terbaik. Lalu tangan dengan segera mengupas mangga, dan akhirnya mulut dengan cepat memakan dan menikmati mangga.

Para anggota tubuh yang lain mulai bertengkar satu sama lain, mereka mempertanyakan kenapa harus mulut yang menikmati mangga padahal mereka yang bekerja keras demi mangga itu. 

Mata bilang, “Harusnya aku yang makan mangga, karena aku yang pertama kali melihat tukang mangga lewat, aku juga yang memperhatikan mana mangga yang matang”. 

Namun disanggah oleh kaki yang bilang, “Tapi kan aku yang berjalan ke tukang mangga, kalau tidak ada aku, maka kalian tidak akan sampai ke tukang mangga”

Kali ini bagian tangan yang bicara. Ia bilang, “Iya sih, tapi kan yang memegang mangga, dan yang mengupas mangga kan aku”

Hidung tidak mau kalah, ia bilang, “Tapi semua itu tidak akan ada artinya tanpa aku, aku yang mencium wangi dari mangga tersebut”

Mulut akhirnya berkata, “Ya, tapi mau bagaimana lagi, tugas ku kan memang makan, lagipula nanti juga manfaat dari buah mangga ini akan menyebar pada kalian semua. Apapun yang aku makan, adalah hasil kerja keras kalian dan manfaatnya pun akan kalian rasakan, seperti mata akan semakin bagus melihat, kaki dan tangan akan menjadi semakin kuat, hidung pun akan semakin tajam penciumannya, bahkan anggota tubuh yang lain pun akan merasakan manfaatnya.”

***

Cerita di atas pernah diceritakan oleh salah satu dosen ketika kuliah. Inti dari cerita di atas adalah dalam satu kelompok, masing-masing anggota memiliki tugas dan fungsinya masing-masing, walau tugas kita terlihat lebih berat dibandingkan dengan tugas anggota yang lain, namun kita memiliki posisi yang penting dalam kelompok. Tanpa salah satu anggota, maka pekerjaan tidak akan selesai dan berhasil. Dan jika pekerjaan selesai dan berhasil, maka manfaatnya akan dirasakan oleh semua anggota. Kita kan makhluk sosial yang selalu bergantung pada orang lain. 

Tetap berpikir positif ya kawan ^^


Ciyus? Miapah? | Migoyeng

Sebagian waktu saya saat ini dihabiskan di sekolah bareng anak-anak dengan rentang umur 15-18 tahun. Banyak hal baru yang saya dapet bareng mereka, salah satunya adalah kata-kata gaul yang sering mereka pakai sehari-hari. Kata-kata gaul itu kebanyakan mereka dapat dari TV dan internet.

Beberapa bulan yang lalu, kata-kata yang sedang “in” adalah KAMSEUPAY yang merupakan singkatan dari Kampung Sekali Udik Payah atau Kampung Sekali Uyuhan Payu. Kata ini pertama kali muncul di salah satu iklan operator telepon, kemudian semakin dikenal setelah sering disebut-sebut di Sinetron Remaja Putih Abu-Abu *itu loh sinetron yang banyak nyanyi sama nari-narinya, yang jajahatnya sering bilang, 'kamseupay iuuuh'*

Sekarang makin banyak lagi kata-kata gaul yang keluar dari mulut para remaja, seperti :
‘Ciyus?’
‘Miapah?’
‘Terus gue harus bilang WOW gitu?’
‘Terus gue harus liat lu dari monas pake sedotan sambil bilang WOW gitu?’
‘Mau tau apa mau tau banget?’

Pernah suatu ketika saya sedang di kelas dan mengatakan, “Ayo belajarnya yang serius!”, dan anak-anak secara berbarengan berkata, “Ciyus? Miapah?”, waaa speechless, dan akhirnya saya ladeni dengan bilang, “Migoyeng”.

Sebenarnya dengan para guru mengetahui kata-kata gaul yang sering dipakai anak, itu bisa lebih mendekatkan guru dengan murid. Tentunya guru harus bisa menentukan kapan dan dimana menggunakan kata-kata tersebut, misal ketika ingin mencairkan suasana agar tidak terlalu tegang dalam belajar. Namun, guru juga jangan terlalu sering menggunakan kata tersebut, apalagi sampai salah tempat dan salah waktu dalam penggunaannya, bisa-bisa kita di-cap ‘guru alay’. Segala sesuatu itu harus dilakukan sesuai dengan porsinya, jangan kurang dan jangan berlebihan.

Untuk memperbanyak perbendaharaan kata-kata gaul salah satunya dengan sering-sering ngobrol dengan anak di luar jam pelajaran, sering-sering nongkrong di timeline facebook atau twitter.
Jangan sungkan untuk bertanya pada murid mengenai arti dari kata-kata yang tidak dimengerti, atau jika malu bertanya langsung pada murid bisa bertanya ke mamang Google. Jangan sampai menjadi guru yang ketinggalan zaman, ya paling tidak kita tahu apa arti dari kata-kata tersebut, agar ketika murid mengatakan kata tersebut, kita tidak ‘olohok’, haha.

 

Sering-seringlah membuka ketiga web di atas, untuk menambah wawasan anda tentang bahasa gaul ^^

So, sekarang gue harus minum Y*ku*t tiap hari sambil bilang WOW gitu?

Jumat, 31 Agustus 2012

duapuluhsatu

Sebenernya saya mau post mengenai ini ketika saya tepat berumur duapuluhsatu, namun apa daya kuota internet tidak mendukung :D

Beberapa hari lalu, saya berulang tahun ke duapuluhsatu, Alhamdulillah Ya Allah, terima kasih atas kesempatan yang Engkau berikan kepada hamba untuk dapat menikmati usia ini.

Di usia ini saya bersyukur karena saya dikelilingi oleh orang-orang yang saya sayangi dan menyayangi saya, seperti kedua orang tua, adik, keluarga besar, Jaka, sahabat, dan teman-teman. Saya juga bersyukur dengan kehadiran orang-orang yang membenci saya maupun saya benci (eh?), dan juga kehadiran orang-orang yang secara tidak langsung hadir di kehidupan saya dan memberikan saya pelajaran hidup.

Sehari sebelum tanggal duapuluhdua agustus, saya membaca novel 5 cm (emang telat banget sih ya, tapi ya daripada tidak sama sekali) dan ada quote yang saya suka..
"Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang memberikan manfaat bagi orang lain"
Entah kenapa, kalimat di atas itu terngiang-ngiang selalu di telinga saya, terlihat di mata saya, terpikir di otak saya, dan nunclep banget di hati saya (oooohh).

Saya sempat tweet di twitter dan update status di facebook :



So, visi hidup saya di umur duapuluhsatu (dan seterusnya) ini adalah :
1) Menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain dan bukan dimanfaatkan oleh orang lain, 
2) Menjadi orang yang bisa membuat orang lain menjadi lebih lega karena kehadiran saya, 
3) Menjadi orang yang ketika meninggal, dikenang kebaikannya oleh orang lain. (Dirgantoro, 2005 : 357)

Sementara misinya adalah : 
1) Lebih banyak bersyukur atas apa yang diberikan Allah SWT, 
2) Selalu melakukan YANG TERBAIK dalam segala hal, 
3) Hindari penyakit hati terburuk (IRI dan DENGKI) 
4) Pokonya mah DO THE BEST, BEST, BEST, FIGHTING !!!

Daftar Pustaka
** Dirgantoro, Donny. 2005. 5 cm. Jakarta: PT. Grasindo