Semenjak kehadiran keponakan saya, Rayhan Faris Firdaus, hidup saya jadi semakin berwarna. CMIIW.
Saya benar-benar mengikuti perkembangan Rerey (panggilan untuk Rayhan) sejak ia di dalam kandungan sampai saat ini (usianya sekarang 18 bulan).
Saya tahu bagaimana ibu-nya rerey ketika mengandung, mulai dari ia mual setiap pagi atau mual setiap mencium bau bawang.
Saya juga merasa sangat deg-degan ketika ikut menunggu proses persalinan sampai merasa terharu ketika mendengar suara tangisan rerey untuk pertama kalinya.
Saya sedih ketika tahu rerey harus dirawat di rumah sakit karena ... (saya lupa penyebabnya), tapi sangat miris ketika melihat rerey yang baru saja menghirup udara di dunia harus diinfus selama beberapa hari.
Saya ikut khawatir saat ibu-nya rerey tidak dapat memproduksi ASI sebanyak ibu-ibu lain pada beberapa minggu setelah persalinan.
Saya ikut terbangun saat rerey menangis di tengah malam karena lapar (rerey nangis sangat keras).
Saya amat senang melihat berbagai perkembangan rerey dari hari ke hari, mulai dari tengkurep, merangkak, berjalan, sampai bicara bahasa bayi.
Rerey membuat suasana rumah menjadi penuh tawa, rumah menjadi lebih ramai dari sebelumnya, dan yang pasti menjadi lebih berantakan.
Tapi,tidak ada yang bisa benar-benar marah padanya ketika ia memecahkan gelas, memecahkan pot bunga,menumpahkan bedak, dll.
Rerey memberikan saya banyak pengetahuan tentang per-bayi-an








