Kamis, 10 November 2011

INTERNET itu Sesuatu Sekali Yaaah

Hey, di tulisan saya kali ini, saya mau bercerita tentang ‘sesuatu’ yang amat berpengaruh besar dalam hidup saya saat ini, ceilee bahasanya. Eh, tapi serius loh, ‘sesuatu’ ini malah jadi kaya candu buat saya, soalnya kalau satu hari aja ga ketemu dengan si ‘sesuatu’ ini, rasanya gimanaaaa gitu.. Yaa kaya kalau makan sop berasa kurang garam, ga nikmat. Hohoho.

‘sesuatu’ ini bukanlah seonggok makanan. Bukanlah seekor binatang. Bukanlah seorang manusia. Bukanlah sebuah tanaman.

‘sesuatu’ ini bisa menyenangkan seperti kita sedang bermain dengan teman-teman. Bisa menegangkan seperti kita ketika sedang menghadapi ujian. Bisa menyebalkan seperti kalau kita menunggu orang yang tak kunjung datang. Bisa menyakitkan seperti ketika diputusin pacar.

Yaaaa, pokonya ‘sesuatu’ ini penting sekali di era globalisasi saat ini, apalagi untuk kita para generasi muda penerus bangsa dan tanah air. Pentiiiing sekali.

Jadi apakah 'sesuatu' ini?

*jeng jeng jeng jeng*

‘sesuatu’ yang saya maksud disini adalah INTERNET
(bukan kepanjangan dari -ind*m*e telor kornet- pastinya)

Sabtu, 29 Oktober 2011

[tidak] Hanya di Ilmu Komputer UPI


Cuma di Ilmu Komputer UPI (kayanya) yang ada meja ping-pong di tengah-tengah lobby.
Jadi buat yang berkunjung ke prodi Ilmu Komputer UPI akan langsung disambut oleh meja tenis meja ini.
Di mana yang bermain tenis meja nya tidak pandang bulu, mmhh, maksudnya dosen, mahasiswa, dan warga ilkom lainnya bisa bermain sesuka hati :)






Kamis, 13 Oktober 2011

Kupinang 'Kau' Dengan Bismillah, SKRIPSI

ehm ehm
setelah terjadi pergalauan selama dua bulan lebih untuk menentukan topik yang sesuai dengan hati dan kemampuan diri, bergulat dengan rasa malas dan kesibukan selama PLP, akhirnya saya berhasil menyusun proposal skripsi dengan penuh perjuangan ahahaha lebay ..

Cover Proposal Skripsi
Setelah dprint, dijilid, dibolak-balik, dipeluk, dicium, akhirnya proposal ini saya serahkan ke koordinator skripsi Pendidikan Ilmu Komputer UPI, Pa Heri. 
Namun ternyata eh ternyata, dalam proposal yang saya serahkan tersebut ada sekitar 5 halaman yang posisinya terbalik, jadilah proposal itu saya bawa kembali untuk dijilid ulang, hadeeehh